Seberapa Perlukah Premarital Check-Up Sebelum Menikah ... ???

Seberapa Perlukah Premarital Check-Up Sebelum Menikah ... ??? - Mempersiapkan pernikahan jauh hari sebelumnya tentu saja menjadi perhatian pasangan calon pengantin, seperti mencari gedung tempat resepsi, mencoba busana pengantin, atau mencari katering untuk sajian pesta. Seperti ini pulalah yang dilakukan Putra Aditya dengan Sulfiani, yang akan menikah Mei nanti.

Tapi, bagi Sulfiani, ada hal penting lainnya yang harus ia persiapkan. Ia merasa harus terbuka dengan calon pendamping hidupnya mengenai kesehatannya dengan mengajak Putra bicara dari hati ke hati. "Saya khawatir akan kesuburan saya karena siklus menstruasi yang tak rutin," katanya.

Selain itu, Sulfiani mencari informasi untuk melakukan pemeriksaan kesuburan. Ia akhirnya mendapatkan premarital check-up atau pemeriksaan kesehatan pranikah. Pemeriksaan ini terdapat di laboratorium Klinik Prodia.


http://image.tempointeraktif.com/?id=34629&width=274


Irma Aryani, dari Prodia, mengatakan paket pemeriksaan sebelum pernikahan ini merupakan sekumpulan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai. Terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular, menahun, atau diturunkan, yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin.

"Premarital check-up ini penting supaya tidak menyesal setelah menikah, karena kesehatan pasangan calon mempelai berpengaruh pada keturunannya nanti," kata dia.

Menurut Irma, hal yang paling penting adalah memeriksa kecocokan genetik pasangan. Sebab, jika ada kelainan genetik, bisa membuat keturunan mengidap penyakit thalassemia dan hemofilia. Thalassemia adalah penyakit keturunan yang membuat sel darah merah mudah rusak. Sedangkan hemofilia adalah penyakit gangguan pembekuan darah.

Risiko lain yang bisa timbul dari faktor tidak sehatnya calon pengantin adalah penyakit menular seksual yang dapat berjangkit melalui hubungan intim, misalnya sifilis, herpes, dan gonore. Selain itu, ada penyakit yang bisa mempengaruhi kehamilan dan bersifat menurun, seperti kencing manis atau diabetes. Penyakit lainnya, serta hepatitis B, yang bisa menular ke orang-orang terdekat.

Dalam premarital check-up, sampel darah dan urine kedua calon mempelai didiagnosis di laboratorium. Ada kemungkinan penyakit thalassemia dan hemofilia dilakukan dengan pemeriksaan hematologi rutin yang diambil dari sampel darah.

Pemeriksaan golongan darah juga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana antibodi yang dihasilkan calon ibu saat hamil. Pemeriksaan darah ini juga untuk mengetahui diagnosis diabetes melitus dan hepatitis B. Sedangkan pemeriksaan urine dilakukan untuk mendeteksi ada-tidaknya penyakit sifilis dan gonore. Selain itu, untuk mengetahui adanya kelainan ginjal atau saluran kemih. "Satu lagi yang penting, dengan (menjalani) premarital check-up bisa mendeteksi penyebab risiko keguguran, bayi lahir prematur, dan kelainan janin," kata Irma.

Irma mengatakan pemeriksaan pranikah ini belum banyak diketahui masyarakat Makassar. Untuk itu, Prodia gencar melakukan edukasi tentang pentingnya pemeriksaan ini. Kendalanya, kebanyakan orang masih percaya pada stigma bahwa pernikahan dilakukan atas dasar cinta dan saling menerima apa adanya. Selain itu, tarif pemeriksaan yang berkisar Rp 1-2 juta dianggap sulit terjangkau, meski jumlahnya tak sebesar biaya pesta pernikahan.

Pemeriksaan pranikah, kata Irma, merupakan langkah pencegahan berkembangnya penyakit, bukan bermaksud menghalangi pernikahan. "Pasangan calon mempelai bisa berobat untuk menyembuhkan masalah kesehatannya sebelum menikah," katanya. Karena itu, pemeriksaan ini idealnya dilakukan enam bulan sebelum pernikahan berlangsung ( tempointeraktif.com )

loading...

This article may also you need...!!!




No comments:

Post a Comment