Jika Siswa Diajar Guru Yang Cantik. Tuhan menciptakan kaum hawa sebagai makhluk hidup yang paling indah. Wajah cantik dan sikap lemah lembut para cewek jadi daya tarik yang bikin banyak mata melirik.
Di bidang pendidikan, pesona kaum hawa ternyata tetap jadi pemain utama. Dalam jajaran pengajar fresh graduate, mayoritas (53,1 persen) responDet lebih sreg kalo diajar guru cewek.
Salah seorang responDet yang setuju sama anggapan itu adalah Immanuel Arthur. Immanuel lebih sreg sama pengajar dari kaum hawa karena terbiasa diajar guru fresh graduate cewek. "Sekolahku tuh pernah beberapa kali menerima guru yang baru lulus kuliah, dan rata-rata emang cewek. Jadi, aku lebih terbiasa aja kalo diajar sama guru fresh graduate yang cewek," ujarnya.
Eits, bukan cuma itu lho faktor yang bikin Immanuel lebih doyan diajar guru cewek. Menurut penggemar basket ini, guru cewek itu lebih luwes dalam mengajar daripada guru fresh graduate cowok.
"Ya, kalo guru cewek tuh, enak aja cara ngajarnya. Selain lebih gampang akrab sama para siswa, cara ngajarnya juga lebih gampang diterima," imbuh cowok yang sekolah di SMA Pirngadi ini.
Yanita Adhi juga pengin urun pendapat. Dara yang menuntut ilmu di SMA Santo Hendrikus ini pernah diajar guru fresh graduate cowok maupun cewek. Dari pengalamannya itu, Yanita mengaku lebih suka guru cewek. Lho, kenapa Yan?
"Iya lah. Guru cewek tuh ngajarnya lebih serius. Jadi, lebih mudah konsentrasi. Nggak kayak guru cowok yang biasanya banyak bercanda. Guru cewek juga lebih bisa berimprovisasi waktu ngajar. Jadinya, di kelas tuh nggak monoton," ungkapnya.
Bayangin sebuah roti cokelat yang baru aja dikeluarin dari oven. Masih hangat, segar, dengan asap tipis mengepul di atasnya. Coba gigit... Hmm..nikmat! Rasa manisnya terasa lebih menggoda karena masih hangat. Iyalah, namanya juga fresh from the oven. Masih segar, hangat, dan yang jelas lebih enak!
Yup, makanan apa pun yang baru selesai dimasak pasti terasa lebih nikmat. Pizza, misalnya. Yang barusan dipanggang pasti lebih nyam-nyam ketimbang yang udah disimpan di kulkas.
Nah, prinsip itu, ternyata, nggak cuma berlaku buat makanan, tapi juga soal pengajar. Iya, pengajar yang fresh from the oven, eh, fresh graduate maksudnya, menjanjikan aktivitas belajar yang lebih fresh dan menyenangkan.
Coba tanyakan itu kepada 42,5 persen korban polling DetEksi kali ini. Mayoritas (73,4 persen) di antara mereka lebih senang diajar guru fresh graduate. Alasannya, teknik mengajar mereka lebih modern (31,2 persen), sang guru bisa terasa kayak teman (27,7 persen), dan bisa buat refreshing (24,8 persen).
Misalnya, pendapat yang meluncur dari mulut Maria Rosalinda Malino di SMPN 16. Dara berusia 12 tahun ini pernah diajar guru fresh graduate waktu pelajaran matematika. "Menurutku, lebih enak diajar sama guru fresh graduate. Soalnya, yaa... dari pengalamanku, guru yang baru lulus itu teknik ngajarnya lebih modern. Aku dikasih teknik ngafalin rumus yang lebih gampang," ujar cewek yang hobi membaca itu.
Berdasar pengalaman tersebut, menurut Maria, mata pelajaran yang paling enak buat diajar sama para pengajar segar adalah matematika. "Enaknya buat mata pelajaran yang susah-susah kayak matematika. Soalnya, guru baru kan lebih modern tuh ngajarnya. Jadi, kita biar cepat ngerti dan suka sama pelajaran ini," cerocosnya panjang lebar.
Selain Maria, ada Neneng Uswatun Hasanah dari SMAN 18. Gadis yang duduk di kelas XI IPA ini mengatakan bahwa cara mengajar guru fresh graduate di sekolahnya bikin dirinya cinta sama pelajaran bahasa Inggris. "Padahal, tadinya, aku nggak suka pelajaran itu. Tapi gara-gara cara ngajarnya asyik, aku jadi suka. Soalnya, waktu itu kami nggak cuma diterangin aja, tapi juga dibikin kelompok dan belajar dari dengerin lagu. Wah, fun banget deh pokoknya!" aku dara berzodiak Scorpio itu.
Sama kayak Maria, menurut Neneng, guru fresh graduate mending ngajar mata pelajaran yang susah. "Ya kayak bahasa Inggris ini. Kalau kita udah nyaman sama gurunya, kan kita jadi suka juga sama pelajarannya," jelasnya.
Hermawan Zulfikar dari SMP Siti Aminah ikut urun pendapat. Cowok berusia 15 tahun itu juga lebih suka sama guru fresh graduate sejak dirinya diajar matematika. Umur sang guru yang nggak terpaut jauh darinya bikin Hermawan ngerasa kayak belajar sama teman yang sepantaran.
"Iya lho. Guru fresh graduate tuh lebih terasa kayak teman. Jadi, kalo di kelas tuh kita nyantai, nggak takut-takut dan tegang. Pelajarannya malah lebih masuk di otak," katanya. [ Jawa Pos ]
Di bidang pendidikan, pesona kaum hawa ternyata tetap jadi pemain utama. Dalam jajaran pengajar fresh graduate, mayoritas (53,1 persen) responDet lebih sreg kalo diajar guru cewek.
Salah seorang responDet yang setuju sama anggapan itu adalah Immanuel Arthur. Immanuel lebih sreg sama pengajar dari kaum hawa karena terbiasa diajar guru fresh graduate cewek. "Sekolahku tuh pernah beberapa kali menerima guru yang baru lulus kuliah, dan rata-rata emang cewek. Jadi, aku lebih terbiasa aja kalo diajar sama guru fresh graduate yang cewek," ujarnya.
Eits, bukan cuma itu lho faktor yang bikin Immanuel lebih doyan diajar guru cewek. Menurut penggemar basket ini, guru cewek itu lebih luwes dalam mengajar daripada guru fresh graduate cowok.
"Ya, kalo guru cewek tuh, enak aja cara ngajarnya. Selain lebih gampang akrab sama para siswa, cara ngajarnya juga lebih gampang diterima," imbuh cowok yang sekolah di SMA Pirngadi ini.
Yanita Adhi juga pengin urun pendapat. Dara yang menuntut ilmu di SMA Santo Hendrikus ini pernah diajar guru fresh graduate cowok maupun cewek. Dari pengalamannya itu, Yanita mengaku lebih suka guru cewek. Lho, kenapa Yan?
"Iya lah. Guru cewek tuh ngajarnya lebih serius. Jadi, lebih mudah konsentrasi. Nggak kayak guru cowok yang biasanya banyak bercanda. Guru cewek juga lebih bisa berimprovisasi waktu ngajar. Jadinya, di kelas tuh nggak monoton," ungkapnya.
Serap Ilmu dari Pengajar Segar
Bayangin sebuah roti cokelat yang baru aja dikeluarin dari oven. Masih hangat, segar, dengan asap tipis mengepul di atasnya. Coba gigit... Hmm..nikmat! Rasa manisnya terasa lebih menggoda karena masih hangat. Iyalah, namanya juga fresh from the oven. Masih segar, hangat, dan yang jelas lebih enak!
Yup, makanan apa pun yang baru selesai dimasak pasti terasa lebih nikmat. Pizza, misalnya. Yang barusan dipanggang pasti lebih nyam-nyam ketimbang yang udah disimpan di kulkas.
Nah, prinsip itu, ternyata, nggak cuma berlaku buat makanan, tapi juga soal pengajar. Iya, pengajar yang fresh from the oven, eh, fresh graduate maksudnya, menjanjikan aktivitas belajar yang lebih fresh dan menyenangkan.
Coba tanyakan itu kepada 42,5 persen korban polling DetEksi kali ini. Mayoritas (73,4 persen) di antara mereka lebih senang diajar guru fresh graduate. Alasannya, teknik mengajar mereka lebih modern (31,2 persen), sang guru bisa terasa kayak teman (27,7 persen), dan bisa buat refreshing (24,8 persen).
Misalnya, pendapat yang meluncur dari mulut Maria Rosalinda Malino di SMPN 16. Dara berusia 12 tahun ini pernah diajar guru fresh graduate waktu pelajaran matematika. "Menurutku, lebih enak diajar sama guru fresh graduate. Soalnya, yaa... dari pengalamanku, guru yang baru lulus itu teknik ngajarnya lebih modern. Aku dikasih teknik ngafalin rumus yang lebih gampang," ujar cewek yang hobi membaca itu.
Berdasar pengalaman tersebut, menurut Maria, mata pelajaran yang paling enak buat diajar sama para pengajar segar adalah matematika. "Enaknya buat mata pelajaran yang susah-susah kayak matematika. Soalnya, guru baru kan lebih modern tuh ngajarnya. Jadi, kita biar cepat ngerti dan suka sama pelajaran ini," cerocosnya panjang lebar.
Selain Maria, ada Neneng Uswatun Hasanah dari SMAN 18. Gadis yang duduk di kelas XI IPA ini mengatakan bahwa cara mengajar guru fresh graduate di sekolahnya bikin dirinya cinta sama pelajaran bahasa Inggris. "Padahal, tadinya, aku nggak suka pelajaran itu. Tapi gara-gara cara ngajarnya asyik, aku jadi suka. Soalnya, waktu itu kami nggak cuma diterangin aja, tapi juga dibikin kelompok dan belajar dari dengerin lagu. Wah, fun banget deh pokoknya!" aku dara berzodiak Scorpio itu.
Sama kayak Maria, menurut Neneng, guru fresh graduate mending ngajar mata pelajaran yang susah. "Ya kayak bahasa Inggris ini. Kalau kita udah nyaman sama gurunya, kan kita jadi suka juga sama pelajarannya," jelasnya.
Hermawan Zulfikar dari SMP Siti Aminah ikut urun pendapat. Cowok berusia 15 tahun itu juga lebih suka sama guru fresh graduate sejak dirinya diajar matematika. Umur sang guru yang nggak terpaut jauh darinya bikin Hermawan ngerasa kayak belajar sama teman yang sepantaran.
"Iya lho. Guru fresh graduate tuh lebih terasa kayak teman. Jadi, kalo di kelas tuh kita nyantai, nggak takut-takut dan tegang. Pelajarannya malah lebih masuk di otak," katanya. [ Jawa Pos ]
loading...
setujuuuuuuuuuuuuu, gua juga suka bngt ama guru cewek hehehe...
ReplyDelete